ASKEP FEBRIS PADA ANAK PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 2, Pages: Preview Full text.

Author:Faenos Nehn
Country:Montserrat
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):22 May 2011
Pages:177
PDF File Size:10.36 Mb
ePub File Size:14.68 Mb
ISBN:426-9-20359-544-7
Downloads:29234
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tojat



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 5, Pages: Preview Full text. Latar Belakang Masalah Dalam upaya menunjang pembangunan bangsa Indonesia, pemerintah senantiasa meningkatkan derajat kesehatan guna meningkatkan sumber daya manusia yang tangguh.

Dalam hal ini tenaga kesehatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan manusia. Untuk itu perawat harus tanggap dalam memberikan asuhan keperawatan kepada individu baik psiko, sosio, dan bio spiritual. Febris adalah kenaikan suhu tubuh yang ditengahi oleh kenaikan titik ambang regurtasi panas hipotalamus.

Masalah keperawatan yang dapat timbul antara lain hypertermi, perubahan pola nutrisi dan keterbatasan aktifitas. Tujuan Penulis Adapun tujuan penulisan laporan kasus ini adalah : 1. Menerapkan asuhan keperawatan pada Tn. S dengan gangguan sistem persyarafan : Febris. Membandingkan antara landasan teori dan fakta lapangan sehingga mampu menghasilkan respon positif sesuai dengan prinsip keperawatan.

Meningkatkan kemampuan perawat dalam menciptakan hubungan terapeutik dilingkungan rumah sakit dan masyarakat pada umumnya. Latar Belakang B. Ruang Lingkup C. Tujuan Penulisan D. Metode Penulisan E. Konsep Dasar Medis 1. Definisi 2. Anatomi Fisiologi 3. Etiologi 4. Patofisiologi 5. Tanda dan Gejala 6. Pemeriksaan Diagnostik 7.

Penatalaksanaan Medis 8. Komplikasi B. Konsep Dasar Keperawatan 1. Pengkajian 2. Diagnosa Keperawatan 3. Rencana Keperawatan 4. Implementasi 5. Kesimpulan dan 2. Definisi Febris adalah kenaikan suhu yang ditengahi oleh kenaikan titik ambang regurtasi panas hipotalamus. Anatomi Fisiologi Hipotalamus pada daerah dasar atau lunas ventrikel ketiga terdapat beberapa nukleus tertentu yang memiliki kegiatan fisiologik yang tertentu juga.

Fungsi-fungsi seperti pengaturan suhu tubuh, lapar dan haus diatur oleh pusat-pusat dalam hipotalamus. Sulkul sentralis atau fisura rolandi memisahkan lobus frontalis dari lobus parietalis.

Lobus oksipitalis terletak dibelakang lobus frontalis dan bersandar pada tentonium seregali yaitu sebuah lipatan duramater yang memisahkan fosa kranialis tengah, fosa kranialis posterior dibawahnya sulkul lateralis atau fisura dilurus memisahkan lobus temporalis dari lobus frontalis pada daerah sebelah anterior dan dari lobus parietalis pada sebelah posterior.

Etiologi Penyebab febris atau demam yang paling sering adalah produksi pirogen andogen yang kemudian secara langsung mengubah titik ambang suhu hipotalamus, menghasilkan pembentukan panas dan konsentrasi panas antara lain : — Keganasan leukemia, limfoma, hepatoma — Obat — obatan demam obat, kokain 3 — Gangguan imunologik reumatologik lupus eritematous sistemik, arthritis reumatoid.

Patofisiologis Febris atau demam merupkan salah satu manifestasi respon radang yang dihasilkan oleh mekanisme pertahanan hospes yang ditengahi sitokin. Urut-urut pembentukan sitokin dalam responnya terhadap pirogen, eksogen dan selanjutnya terjadi produksi prostaglandin E2 PG E2 hipotalamus mungkin memerlukan waktu. Produksi panas pada demam meningkatkan pemekaran oksigen — produksi karbondioksida dan curah jantung, dengan demikian, demam dapat memperjelak insufisiensi jantung pada penderita penyakit jantung atau anemia kronis.

Apabila irama sikardion ini disertai dengan tachycardi, kedinginan atau berkeringat maka harus dicurigai bahwa pola demam dapat remiten atau setiap hari suhu yang naik kembali kegaris dasar tetapi diatas normal dan intermiten atau demam kembali normal setiap hari. Tes Diagnostik — Tes widal 7.

Penatalaksanaan Medik o Asetominofen, aspirin dan anti radang nonsteroid misalnya iburofen merupakan penghambat siklus oksigenisasi hipotalamik sehingga menghambat sintesis PG E2. Pengkajian 1. Pola persepsi kesehatan — Apakah ada riwayat keluarga yang sering mengalami febris? Pola nutrisi metabolik — Apakah ada gangguan makan dan minum?

Pola aktifitas dan latihan — Ketidakmampuan klien untuk melakukan aktifitas karena pusing. Pola persepsi kognitif — Gangguan rangsang sensorik 5 — Bagaimana pengetahuan klien tentang penyakitnya — Adakah rasa pusing dan nyeri di tempat tertentu 7.

Pola peran dan hubungan dengan sesama — Apa peran klien dalam keluarga? Pola reproduksi seksual — Adakah gangguan dalam reproduksi seksual?

Pola mekanisme koping — Bagaimana klien menghadapi masalah penyakitnya? Pola sistem kepercayaan — menyerahkan penyakitnya kepada Tuhan Yesus Kristus. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan secara teori yang muncul pada gangguan sistem sirkulasi metabolik : febris, adalah : a.

Hypertermi yang berhubungan dengan proses infeksi yang ditnadai oleh badan panas, gelisah. Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan pemberian makan lambat dan keterbatasan masukan oral.

Rencana Keperawatan DP I Hypertermi yang berhubungan dengan proses infeksi yang ditnadai oleh badan panas, gelisah. DP II Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia. Intervensi : 1. Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian vitamin. Tujuan : Kekurangan volume cairan tidak terjadi setelah di lakukan tindakan keperawatan. Kolaborasi dengan dokter dalam membantu aspirasi kandung kemih bila diindikasikan.

Pasien tinggal bersama ayah dan ibunya di komplek permai E. Matius pada tanggal 23 september Pada saat pengkajian pasien tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis, pasien tampak gelisah, badan panas suhu 40,oC dan tidak ada kesulitan dalam melakukan pengkajian, meskipun ada sedikit hambatan. Adapun hasil pengkajian secara lengkap tercantum pada format pengkajian keperawatan.

Putri candramidi gg. Fung Fung II. Antonius obat yang terakhir didapat : adakah obat-obat yang rutin diberikan selama ini : - C. Pemeriksaan Fisik 1. Dengnan sayur dan lauk pauk dan ada pantangan B. Respon Keluarga Terhadap Anak Sakit : keluarga merasa cemas dan khawatir akan pasien,keluarga berharap anaknya ceoat sembuh C.

Pengertian Orang Tua Dan Keluarga Tentang Alasan Anak Dirawat orangtua pasien mengetahui penyakit anaknya adalah demam bedarah dan membutuhkan perawatan yang maksimal untuk kesembuhannya.

Pengaruh Dirawat Terhadap Anak anak bosan karena di rumah sakit selalu berada di tempat tidur dan banyak peraturan. A : Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi. P : Rencana tindakan dilanjutkan. P : Rencana tindakan distop.

S dengan gangguan sistem persyarafan : Febris, dirawat di unit St. Adapun ruang lingkup pembahasan kasus ini berdasarkan landasan teoritis dan asuhan yang nyata dengan pendekatan proses keperawatan. Pelaksanaan pengkajian mengacu pada teori, tetapi ada sebagian kecil yang menyimpang, hal ini disesuaikan dengan kondisi pasien saat dikaji. Dalam pengkajian data yang khas yang behubungan dengan penyakit pasien adalah ditemui badannya panas demam : suhu ; 39oC , lemah, mual, rasa tidak enak didaerah abdomen, pusing, anorexia.

Tidak ada Hambatan yang penulis temui saat melakukan pengkajian. Data yang sudah terkumpul kemudian dilakukan analisa data dan diidentifikasi masalah yang dihadapi pasien dan selanjutnya dirumuskan diagnosa keperawatan.

Diagnosa Keperawatan Berdasarkan tinjauan teoritis, masalah keperawatan yang sering muncul pada pasien dengan gangguan sistem persyarafan : Febris meliputi : 1. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan mual dan muntah Sedangkan masalah keperawatan yang ditemukan penulis pada saat pengkajian adalah : 1.

Resiko tanggi terhadap kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan mual dan muntah Adapun diagnosa yang muncul pada teori pada saat pegkajian pada dasarnya sama. Pada pengkajian masalah utama yang muncul sama dengan pada teori, hal ini disebabkan karena mempunyai kesamaan pada saat pengkajian data fokus, data yang benar-benarmenunjang adalah masalah hypertermi peningkatan suhu tubuh.

Perencanaan Perencaan disusun berdasarkan prioritas masalah yang ada sesuai dengan kondisi pasien. Strategi dan tindakan yang akan dilakukan diarahkan langsung pada etiologi atau faktor pendukung dari diagnosa keperawatan. Hal tersebut dikarenakan tercapainya sebagian dari perencanaan yang dibuat dan didukung oleh keadaan pasien yang sudah mulai membaik.

Implementasi Pada tahap ini penulis melakukan kegiatan berupa implementasi dari perncanaan dan pengkajian pasien setelah dilakukan tindakan keperawatan. Saat dilakukan tindakan keperawatan pada TnSdari diagnosa keperawatan pertama dan kedua tidak ditemukan hambatan yang cukup berarti.

Hal ini berkat dukungan dan keterlibatan orang tua dalam membantu penulis dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Kemudian tindakan keperawatan tersebut beserta respon pasien didokumentasikan pada catatan keperawatan atau pada lembar pelaksanaan keperawatan.

Evaluasi Fase akhir dari proses keperawatan adalah evaluasi terhadap asuhan keperawatan yang diberikan.

EGO SUM PANIS VIVUS PALESTRINA PDF

Askep Febris

.

GEOCOMFORT PRICE PDF

asuhan keperawatan obs. febris

.

ALEX GRIJELMO EL ESTILO DEL PERIODISTA PDF

Diagnosa febris

.

Related Articles